HUKUM BERQURBAN DENGAN BINATANG YANG TERKENA CACAT PARAH SETELAH DIBELI DAN KETIKA AKAN DISEMBELIH

Atep Hendang Waluya

Atep Hendang Waluya, S.Th.I, M.E.I, lahir 5 Maret 1983. Menyukai kajian kitab tafsir dan turats. Sempat mengajar dibeberapa tempat. Profil lengkap, bisa dilihat di http://koneksi-indonesia.org/profil/atep-hendang/

You may also like...

3 Responses

  1. tausamawasanakselaki says:

    asalamuaalikum pak ustad mau nanya tentang korban satu sebeluh hari korban saya membeli satu ekor sapi dalam keadaan sehat dan mencukupi syarat untuk korban tiba sapi tersebut di turunkan dari lori karena salah turun akhirnya sapinya patah yang jadi perttanyaan saya apakah sapi tersebut masih boleh di korbankan karena ke terbatasan saya di bidang ini ahirnya sapi otu saya tidak jadi korban karena di lingkungan saya bilang haram hukumnya saya korban kan sapi itu mohon penjelasan untuk saya jadikan pengangan di kemudian hari teri,akasi sebelumnya

    • Wa alaikumussalam… sebagaimana telah dijelaskan bahwa fukaha sepakat kecacatan yg menimpa hewan kurban dan kecacatan itu disengaja, misalkan sengaja kakinya dipatahkan, maka fukaga sepakat bahwa hewan tersebut tidak mencukupi untuk dikurbankan. Sedangkan apabila tidak disengaja, seperti ketika akan diturunkan hewan tersebut jatuh oleh dirinya sendiri dan kakinya patah, maka dalam hal ini fukaha berbeda pendapat menurut Mazhab Syafi’i, Hanbali dan al zuhri bahwa hewan tersebut apabila disembelih untuk quran maka mencukupi dan qurbannya sah. Pendapat ini juga adalah pendapat Lembaga fatwa mesir, arab saudi dan qatar. Adapun yg menjadi alasannnya bahwa tangan yg berqurban adalah tangan amanah dan memudahkan dan tidak menyusahkan yg berqurban. Dan ini merupakan prinsip islam.

    • Jadi silahkan hewan tersebut diqurbankan dan qurbannya sah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *